ARTIKEL

Jam Gadang: Nilai Sejarah Waktu Di Indonesia

Jam Gadang Bukittinggi
Jam Gadang di Bukittinggi
Source: SindoNews

Kalau berbicara mengenai sejarah jam tangan mungkin sudah terlalu biasa di dalam majalah ini. Tapi bagaimana kalau kita membahas sejarah lainnya yang berkaitan dengan waktu di Indonesia? Kali ini yaitu Jam Gadang yang merupakan salah satu monumen jam yang memiliki nilai sejarah di Indonesia ini. Apa yang membuat Jam Gadang ini sampai disebut sebagai Big Ben – nya Indonesia akan kita bahas pada artikel kali ini.

Sejarah Jam Gadang

Menurut buku sejarah Kota Bukittinggi, pembangunan Jam Gadang menghabiskan waktu sekitar 1 tahun yaitu pada tahun 1926 – 1927, yang tepat masih pada masa penjajahan Belanda di Indonesia. Dulunya Kota Bukittinggi ini masih bernama Fort de Kock dan pembangunan menara ini atas inisiatif dari Sekretaris Kota Fort de Kock yaitu Hendrik Roelof Rookmaaker.

Menariknya pembangunan menara jam ini memakan biaya yang cukup besar yaitu sekitar 3.000 Gulden yang merupakan mata uang di Indonesia saat itu. Jika ditarik dari harga emas di tahun 2015 maka 3.000 Gulden itu akan bernilai sekitar Rp. 222.600.000. Bisa dibayangkan seberapa besar untuk yang lebih dari Rp. 200 juta di tahun itu?

Kenapa Disebut Big Ben – nya Indonesia?

Yang menarik dan yang perlu diulas dari sebuah menara jam sudah pasti adalah jam yang ada di dalamnya. Dari informasi yang ada, jam yang terdapat pada menara Jam Gadang tersebut adalah hadiah dari Ratu Belanda saat itu Wihelmina, yang pernah memimpin Belanda selama lebih dari 50 tahun. Jadi yang menarik di sini adalah, pada Jam Gadang itu hanya jam nya dihadiahkan oleh Ratu Belanda, bukan keseluruhan menara jam nya ya.

 Sebutan Big Ben – nya Indonesia bukan lahir tanpa alasan, mesin jam ini lah yang membuatnya mendapat julukan tersebut. Jam Gadang menggunakan mesin yang diproduksi dari pabrik mesin jam yaitu Vortmann Recklinghausen. Fakta menariknya ada di sini. Mesin jam yang digunakan pada Jam Gadang hanya ada 2 unit diproduksi oleh pabrik tersebut. Satu unit digunakan pada Jam Gadang, dan 1 unit lagi ada pada Big Ben di Inggris.

Jadi bangga bukan sebagai warga Indonesia kita memiliki menara jam yang bagus dan mesin yang hanya ada 2 unit di dunia? Jadi cintailah peninggalan sejarah di Indonesia ini, apalagi ini sejarah yang berkaitan dengan waktu. Sebab apa yang mungkin mencatat setiap kejadian di dalam hidup kita kalau bukan waktu?

Jadi mari Radiate Moments In Time.

Ada sejarah hal tertentu yang berkaitan dengan waktu yang ingin kamu ketahui? Tuliskan di kolom komentar ya.

By: Carles Juliandy, S.Kom., M.Kom.

Baca juga :
Tahu Jam Tangan Solar? Begini Proses Isi Dayanya
Tip Memilih Jam Tangan Sesuai Bentuk Tangan
Ketahui Karakter Tokoh Dunia ini dari Jam Tangannya
Membedakan Jam Tangan Original dan Palsu
Rekomendasi Jam Tangan Automatic Versi Radatime
Alasan orang membeli Jam Tangan Mahal

Koleksi Jam Pria
Koleksi Jam Wanita
Seiko
Alexandre Christie
Aries Gold
Bonia
Casio
Garmin
Apple Watch
Tissot

Jangan lupa follow sosial media RADATIME untuk informasi terupdate
Instagram : @radatime.id
Facebook : RADA TIME
Twitter : @radatime

Pusat Jam Tangan Original #1 Indonesia - RADATIME - PT. Rada Kreasi Indojaya #RadiateMomentsInTime

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *