jam tangan konvensional atau smartwatch
INFO JAM TANGAN,  TIPS JAM TANGAN

Jam Tangan Konvensional Atau Smartwatch?

Sebuah pengantar

Teknologi telah menjadi bagian utama dalam kehidupan. Banyak hal pun menjadi sangat mudah saat ini, coba bayangkan jika Anda ingin makan makanan favorit dan harus pergi ke tempat jualan makanan, kemudian nunggu masak dan bawa pulang.
Nggak zamannya lagi bukan?…Untuk saat ini, cukup diwujudkan dengan beberapa sentuhan di telepon genggam Anda. Lebih kerennya, makanan bisa sambil disiapkan sembari mencari pengemudi, sangat efisien. Anda cukup menikmati aktivitas dan makanan tiba di lokasi dengan aman dan mudah.

Keunggulan jam tangan pintar

smartwatch

Dominasi teknologi menjangkau semua sektor tak terkecuali jam tangan. Jam tangan konvensional yang mengadopsi teknologi digital ini dinamakan jam tangan pintar (Smartwatch). Jam tangan pintar didesain untuk memberi kemudahan dalam keseharian aktivitas. Mulai dari menunjukkan waktu yang akurat, notifikasi pesan, pengukur detak jantung, pengingat jadwal rapat, bahkan siklus menstruasi juga dapat disajikan. Untuk harga jam tangan pintar ini pun bervariasi, dari ratusan ribu Rupiah hingga puluhan juta Rupiah. Dengan munculnya pilihan baru, muncul di dalam pemikiran kita, lebih baik memilih jam tangan konvensional atau smartwatch?

Kekurangan jam tangan pintar

kekurangan smartwatch

Dengan kelebihan yang mumpuni, jam tangan pintar juga memiliki beberapa catatan.

Pertama, usia pemakaian jam tangan pintar termasuk singkat. Ini dikarenakan jam tangan pintar mengandalkan teknologi digital yang berkembang kian pesat. Jam tangan pintar perlu pembaharuan dan tidak akan berfungsi optimal lagi jika versi perangkat lunak baru melampaui spesifikasinya. Belum lagi, jam tangan pintar terhubung dengan telepon genggam yang versinya terus menerus butuh update.

Kedua, teknologi yang pesat membuat jam tangan pintar menjadi cepat out-dated. Yang saat peluncuran dipandang keren dan canggih, bisa segera ketinggalan zaman jika ada keluaran terbaru dengan teknologi yang lebih up to date.

Ketiga, kesan dari jam tangan pintar lebih terbatas yaitu fungsi dan gaya. Dibanding dengan jam tangan sebenarnya yang mengandung kesan status sosial, fesyen, legacy (warisan), makna, kemewahan dan keabadian. Jam tangan lumrah dipakai puluhan tahun bahkan sampai beberapa generasi.

Sebenarnya apa sih jam tangan itu?

jam tangan konvensional

Jean Claude Biver, seorang legenda hidup jam tangan Swiss dan jam tangan mewah global. Beliau dipercaya sebagai sosok penting penyelamat industri jam tangan Swiss dari kebangkrutan akibat persaingan sengit jam tangan baterai asal Jepang yang murah pada tahun 1980an, mengatakan bahwa jam tangan pintar tidak bisa bersaing dengan jam tangan mekanis.

Berikut petikannya.

Today, the smart watch and the mechanical watch can coexist.
Without competing?
Well, they aren’t competing because one is technology, the other is mechanical. Technology means obsolescence and the other means eternity. Obsolescence can never compete with eternity.1

(Jam tangan pintar dan jam tangan mekanis berdampingan dan tidak berkompetisi. Satunya adalah teknologi, dan satunya adalah mekanis. Teknologi berarti ketinggalan zaman, mekanis adalah keabadian. Ketinggalan zaman tidak akan pernah bisa berkompetisi dengan keabadian.)

Jam tangan bukan hanya sebatas fungsi atau waktu yang akurat

jam tangan paling akurat

Pada dasarnya jam tangan adalah sebuah aksesoris ultimat (tertinggi) yang bermakna. Jam tangan identik dengan eksklusivitas, status dan keabadian. Sehingga sangat lumrah, sebuah jam tangan dibanderol dengan harga yang super mahal bukan karena fungsi atau waktu yang akurat. Namun, jam tangan adalah sebuah persembahan dengan makna mendalam untuk sebuah keabadian yang bisa diwariskan hingga beberapa generasi. Sangat jarang sebuah jam tangan bagus memiliki usia di bawah 10 tahun.

Sebagai contoh, Anda bisa merasakan sesuatu yang mendalam jika memegang atau mengenakan jam tangan milik orang tua tercinta Anda. Yang tercetus adalah momen-momen indah yang bermakna.

Menikmati jam tangan konvensional maupun mekanikal dianalogikan seperti menikmati sebuah karya seni murni yang tak lekang oleh waktu, bahkan jam tangan yang tepat dapat menjadi sarana investasi yang nilainya terus bertambah seiring waktu.

Jam tangan adalah aksesoris ultimat yang bermakna. Sebuah keseimbangan sempurna yang melengkapi semua alat berteknologi di sekitar kita.

Dihadapin dengan banjirnya teknologi..

teknologi pada jam tangan konvensional

Seiring perkembangan teknologi, jam tangan dipastikan akan terus berevolusi. Namun, sebuah jam tangan yang bermakna tetap tidak tergantikan. Ada 1 kala, teknologi mendominasi segala aspek kehidupan, kita mungkin bisa letih dengan banjirnya informasi dan kecangggihan.

Satu hal menarik yang tidak lekang zaman adalah jam tangan. Sebagai medium rekreasi untuk berhenti sejenak menikmati dan menyaksikan bagaimana sebuah proses momen berjalan tanpa intervensi banyak teknologi. Ini adalah kenikmatan yang tak ternilai. Ini adalah salah satu alasan sebuah jam bisa bernilai fantastis hingga Miliaran Rupiah. Karena satu-satunya cara untuk menikmati jam tangan sebenarnya bukan dari sisi rasional tetapi dari sisi emosional.

Emosi yang membuat hidup menjadi begitu bermakna seperti emosi syukur telah melewati momen-momen sulit untuk pencapaian saat ini, perasaan emosi mengenang sosok penting dalam melewati momen-momen berharga, serta emosi yang mengingatkan bahwa keputusan yang dibuat dalam momen-momen yang sangat singkat bisa menjadikan hidup begitu bermakna.

Kekurangan jam tangan konvensional

Jam tangan biasa juga memiliki beberapa kekurangan.

Pertama, jam tangan konvensional umumnya tidak akurat. Jam tangan baterai memiliki selisih waktu 1 menit per tahun apalagi jam tangan otomatis yang umumnya memiliki selisih waktu 5-15 menit per bulan.

Kedua, fitur fungsi yang terbatas. Fungsi yang tersemat di jam tangan lebih standar, contoh: fitur alarm yang bisa disetel dengan opsi yang terbatas.

Jam tangan konvensional atau smartwatch, siapa yang bakal menang?

Dominasi teknologi tentu akan membuat jam tangan pintar merebut hati sebagian pangsa pasar. Ini adalah hal baik yang membantu menyampaikan kepada lebih banyak orang mengenai manfaat positif dari sebuah jam tangan.

Pergelangan tangan adalah lokasi paling strategis untuk berkomunikasi dengan sang pemakai. Oleh sebab itu sebuah jam tangan adalah akesoris ultimat yang paling bermakna dibanding dengan aksesoris lainnya.

Teknologi saling mendukung dan tidak saling berkompetisi, karena jam tangan sebenarnya, tidak tergantikan maknanya. Coz your watch, your personality!

Anda pilih yang mana? Jam tangan konvensional atau smartwatch?

Hendra Kesuma

CEO of RADATIME

1https://www.acollectedman.com/blogs/journal/interview-jean-claude-biver

Artikel ini telah diliput oleh: Tribun News, Bisnis.com, Sindo News

Baca juga :
Bagian Utama Jam Tangan, Apa Saja Itu?
Beberapa Tipe-Tipe Jam Tangan Masa Kini
Seiko 5 & Street Fighter V, Kombinasi Nostalgia
Rekomendasi Jam Tangan Pria 2020

Koleksi Jam Pria
Koleksi Jam Wanita
Seiko
Alexandre Christie
Aries Gold
Bonia
Casio
Garmin
Apple Watch
Tissot

Jangan lupa follow sosial media RADATIME untuk informasi terupdate
Instagram : @radatime.id
Facebook : RADA TIME
Twitter : @radatime

Pusat Jam Tangan Original #1 Indonesia - RADATIME - PT. Rada Kreasi Indojaya #RadiateMomentsInTime

13 Comments

  • Tommy K

    Artikel yang bermanfaat, saya mau cari jam, bingung, yang smartwatch bilang smartwatch bagus, yang jam konvensional bilang jam konvensional bagus. Sbnrnya saya sih pendukung jam konvensional, tp temen2 bilang smartwatch itu bagus banget. Haha, habis baca artikel ini berarti harus beli dua2nya, memang benar sih.

    • RADATIME

      Teirmakasih kak atas komentarnya, semoga artikel ini bermanfaat buat kakak ya kak dalam mengambil keputusan sebelum membeli jam tangan yang tepat buat kakak. Stay safe kak !

      • RADATIME

        Halo kak, senang sekali apabila artikel ini bermanfaat buat kakak. Terimakasih atas kunjungannya kak. Silahkan baca artikel kita lainnya kak, mungkin bermanfaat buat kakak juga 🙂

  • Tommy K

    Artikel ini bagus banget. Pas memang saya jg bingung mau beli smartwatch atau jam tangan biasa. Teman yang pro smartwatch bilang smartwatch lbh bagus, and I think I am not a smartwatch guy. Haha, after baca ini, lah memang harus beli dua2nya karena saling melengkapi..Dasar…lol…

  • David

    Dari awal belum pernah coba smartwatch, sebab punya jam tangan biasa dan cinta sekali dengan jam yang biasa saja. Ga perlu bolak balek isi daya terus

  • Putra

    Lebih suka pakai jam tangan yang biasa, walaupun punya Smartwatch, dipakai buat olahraga doang, karena harus isi daya ulang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *